
LHOKSEUMAWE – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Aceh Utara. Pada hari Rabu, 15 April 2026, telah resmi dilaksanakan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) antara Perpustakaan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Syamsuddhuha dengan Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah penting, terutama sebagai upaya pemulihan sistem literasi di MAS Syamsuddhuha yang sempat terdampak musibah banjir beberapa waktu lalu. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Jumiati, S.Ag selaku Kepala MAS Syamsuddhuha (Pihak Kesatu) dan Dr. Nurjannah, S.Ag., S.IP., M.IP selaku Kepala Perpustakaan UIN Sultanah Nahrasiyah (Pihak Kedua).
Poin-Poin Strategis Kerja Sama
Berdasarkan dokumen kerja sama dengan nomor surat B.174/Ma.01.73.PP.00.6/04/2026 dan B-005/Un.35/Ku.1/HM.02.1/04/2026 ini, kedua lembaga sepakat untuk berkolaborasi dalam ruang lingkup yang luas guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi:
• Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Perpustakaan: Memperkuat tata kelola internal agar lebih profesional.
• Transformasi Digital dan Teknologi: Pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung layanan berbasis digital.
• Pengembangan SDM dan Literasi: Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan budaya literasi bagi pemustaka.
• Kolaborasi Ilmiah: Penyelenggaraan pertemuan ilmiah, penelitian, hingga publikasi bersama di bidang perpustakaan.
• Pendampingan Akreditasi: UIN Sultanah Nahrasiyah akan memberikan dukungan dalam proses akreditasi perpustakaan bagi MAS Syamsuddhuha.

Langkah Nyata Pemulihan Pasca Bencana
Kerja sama ini menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi MAS Syamsuddhuha. Meskipun sebelumnya telah memulai transformasi digital, bencana banjir telah merusak sebagian besar fasilitas dan koleksi yang ada. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak akan saling membantu dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki di lingkungan masing-masing.
Kesepahaman ini direncanakan berlaku selama 5 (lima) tahun ke depan dan akan dievaluasi secara berkala setiap tahunnya untuk memastikan tujuan kerja sama tercapai secara optimal.
“Kegiatan ini adalah bukti bahwa semangat untuk bangkit tetap menjadi prioritas. Kami berharap dengan dukungan dari perguruan tinggi, perpustakaan MAS Syamsuddhuha dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai pusat sumber belajar bagi siswa,” ungkap pihak madrasah dalam pertemuan tersebut.
Semoga langkah awal ini membawa kemajuan bersama dalam dunia pendidikan dan memberikan manfaat yang luas bagi generasi penerus di Aceh Utara dan sekitarnya.(sdq)
No Responses